Persib, Anwar, dan Koran Jaman Jepang

Asep Imaduddin, S.Ag / Guru Sejarah SMA Muhammadiyah Subang

Persib adalah nama generik bagi warga tatar Parahyangan. Ia tidak hanya sekedar nama tetapi juga sebuah konsepsi dan simbol yang merasuki para pemuja fanatiknya. Persib tidak hanya milik Kota Bandung, ia seperti sudah menjadi merk bagi warga Jawa Barat dimanapun itu, tidak hanya bagi para bobotoh yang secara geografis administratif tinggal di Jawa Barat, melainkan juga secara kultural bagi para wargi Sunda yang bertempat tinggal nun jauh di sana.
Seperti halnya Hooligan di Inggris dan Tifosi di Italia, Persib memiliki bobotoh. Para bobotoh adalah fans fanatiknya. Mereka mengambil simbol VIKING, bangsa petarung asal Skandinavia yang terkenal gigih meluaskan sayap kekuasaannya. Ia tak gentar sejengkal pun, seperti para bobotoh yang terus merangsek ke setiap pertandingan Persib berada. Ia akan terus melindas siapa pun yang menghalanginya walau kadang harus dibayar mahal.
Persib adalah sebuah kebanggaan tanpa batas bagi pendukungnya. Tak salah jika PAS BAND pernah membuat satu lagu untuk Persib: Aing Pendukung Persib. “Aing pendukung Persib dari jaman Encas Tonif sampai jaman Akhir nanti”.
Persib telah lahir sejak Indonesia belum ada secara de jure. Kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang sangat diskriminatif terhadap warga pribumi dalam hal apapun telah mendorong lahirnya persatuan sepak bola yang menaungi warga pribumi. Ia hadir sebagai simbol perlawanan kultural terhadap pihak kolonial yang selalu menganggap rendah dan berlevel kelas dua produk masyarakat pribumi, tak terkecuali sepak bola.

Dibawah kepemimpinan Anwar St Pamoentjak-saya yakin beliau bukan urang Sunda-Persib berdiri pada 1933

Terpilihnya Anwar St Pamoentjak sebagai ketua pertama Persib, menunjukkan bahwa urang Sunda tak mempersoalkan dari mana ia berasal yang penting ia bisa memajukan Persib. Sekali lagi ini adalah bentuk penerimaan yang tak terkungkung oleh watak chauvanistik yang sempit. Urang Sunda telah jembar dan bisa menerima siapapun.
Watak ini juga tercermin pada-sekedar pemisalan-Kodam III Siliwangi. Dalam buku Wars Within: The Story Of Tempo, an Independent Magazine in Soeharto’s Indonesia, Janet Steele mewawancarai Goenawan Mohamad (GM). GM bertutur: “When I met with a former Siliwangi Regional Military commander, I compared the performance of Siliwangi (in West Java) with that of Diponegoro (in Central Java), and asked him why Siliwangi was better. He said that it was because Siliwangi never relied only on Sundanese commanders. The first Siliwangi commander was Batak (AH Nasution, according note writer) than Menadonese (Kawilarang, idem), another was Javanese, and the again Sundanese. In Diponegoro, the majority were Javanese, finally Soeharto. This variation strengthened the command, not because of the variation itself, but rather because the criteria for promotion was based on performance instead of special connections” (2005:15).
Dan terpilihnya Anwar St Pamoentjak sebagai pupuhu Persib di awal pendiriannya adalah salah satu contoh bagaimana kualitas personal lebih utama ketimbang hubungan personal.
Di bawah ini saya cuplik dari beberapa koran di jaman Jepang yang memperlihatkan betapa riuh nuansa sepak bola kala itu. Jangan bandingkan dengan gegap gempita sepak bola masa kini. Jaman itu adalah jaman Jepang, sebuah suasana yang menurut orang orang tua dulu lebih kejam dan menyakitkan daripada kolonial Belanda. Tidak hanya ada kewajiban saikerei dan perempuan muda yang diseret menjadi jugunianfu, bahkan konon katanya jengkol pun dikonsumsi oleh bala tentara Jepang.

SEPAKRAGA DI BANDUNG (Koran TJAHAYA 21 Desember 1942)

Persatuan Sepakraga Indonesia Bandung (Persib) sudah mulai bekerja kembali. Tiap tiap Sabtu dan Minggu sore lapangan Tegallega sudah ramai pula, malahan lebih ramai dari pada yang sudah sudah. Kunjungan mempersaksikan pertandingan pertandingan sepakraga tidak sedikit, sehingga menjadi pendorong bagi pemain pemain untuk lebih giat bermain.
Persib sekarang menjadi anggota Ikatan Gerak Badan (IGB) dan menurut keputusan IGB paling akhir, semua utusan persepak-ragaan dalam lingkungan Bandung Si diserahkan pada Persib. Jadi Persiblah kini yang mengatur segala yang berhubungan dengan persepakragaan didaerah kota ini.

Syarat syarat untuk menjadi anggota Persib seperti berikut:

Perhimpunan yang hendak menjadi anggota paling sedikit harus mendaftarkan anggota pemain 40 orang

Peraturan peraturan permainan yang terpakai hanya peraturan PSSI

Peraturan keamanan dan lain lainnya sementara akan memakai peraturan Persib (Peraturan Persib ini akan diperiksa lagi dan disesuaikan dengan keadaan sekarang)

Tiap tiap anggota pemain yang didaftarkan oleh tiap tiap perhimpunan masing masing membayar tiap tiap bulan f 0.10

Perhimpunan yang tidak menjadi anggota Persib, tidak diperkenankan memakai lapang yang sudah diperkenankan dipakai oleh Bandung Si kepada IGB, yaitu: lapang Tegallega, Kebonklapa, Mosvia (sekarang lapang Sekolah Guru), lapang di belakang gedung Mijnbouw
Sampai pada waktu sekarang ini perhimpunan sepak raga yang telah masuk menjadi anggota Persib 22 dengan memajukan masing masing tiga kesebelasan (66 orang). Jumlah anggota pemain menurut catatan ad 1017 orang.
Yang telah masuk menjadi anggota yaitu perhimpunan perhimpunan sepak raga Diana, Samudra, Singgalang, Opi, Jop, Molto, Sunda, Siap, Merapi, Sinar Asia, PTT Campaka, Garuda Indonesia Muda, Pulisi, SMP II, Bom, Porada (RS), Ams, Radio, Warga Tjahaya, Matahari, Jawa Eiga Kosha.
Banyak perhimpuna sepakraga disini yang terpaksa ditolak menjadi anggota oleh karena tidak cukup lapangan. Malahan pada waktu sekarang ini tiap tiap anggota hanya dapat bagian untuk melatih cuma satu hari dalam satu minggu.
Pertandingan pertandingan pilihan akan dimulai bulan Januari tahun depan, terbagi dalam dua bagian yaitu pertandingan pertandingan kantor kantor dan pertandingan pertandingan umum.
Pertandingan pertandingan perhimpunan sepak raga dari sekolah sekolah, untuk sementara dimasukkan dalam pertandingan pertandingan kantor. Sekiranya dari sekolah sekolah itu ada empat atau lima perhimpunan yang menjadi anggota, untuk mereka akan diadakan kompetisi sekolah.
Keterangan lebih lanjut bagi penggemar sepakraga, kami persilahkan berhubungan dengan pengurus IGB Persib, pemimpin tuan Anwar St Pamoentjak, Kebonsirih No. 1 telef 1986 dan penulis tuan R. Sadjiman Jalan Pungkur 123 telef 192.

WARTA IGB (Koran TJAHAYA 25 Desember 1942)

Pengurus IGB minta diumumkan bahwa mulai hari ini yang berkepentingan hendaklah mencatat alamat yang tersebut dibawah ini:

BUAT URUSAN UMUM: A. Rachim, Burgemeester Coopsweg 11, telp 538

BUAT URUSAN LAPANG DAN SEPAK RAGA: Anwar St Pamoentjak, Kebon Sirih I, telp 1986.

SEPAKRAGA (Koran TJAHAYA 06 Januari 1943)

Pada hari Sabtu dan Minggu yang akan datang dilapang Tegallega akan diadakan pertandingan sepak raga, mulai jam 6 sore.

Pada hari Sabtu akan bertanding S.M.P 2 ke-I – Pulisi I dan Singgalang I – Sunda I

Pada hari Minggunya Siap I – J.O.P I dan Cikara I – B.O.M . I.

Pertandingan ini dipimpin oleh Persib.

Pada hari Minggu Sore jl. di tanah lapang HBOM telah dilangsungkan pertandingan persaudaraan sepak raga antara Kesebelasan P.O.R.L (Persatuan Olah Raga Lembang) dan kesebelasan Sekolah Pertukangan, dengan berkesudahan 2-0 untuk kemenangan Sekolah Pertukangan.

Pada tg. 3 jl. hari Minggu di tanah lapang Nagrog Cimurah telah diadakan pertandingan sepak raga antara Rikuyu Sokyoku Garut (Risorga) dengan perkumpulan dari Karang Pawitan Son, dengan kesudahan 4-2 untuk kemenangan Karang Pawitan

Perlu juga diterangkan jumlah penonton oleh karena tidak dipungut bayaran memuaskan. Kedua belah pihak menunjukkan sikap yang bersemangat dan bersifat persaudaraan.

IGB BAGIAN PERSIB MEMULAI PERTANDINGAN KOMPETISINYA (Koran TJAHAYA 27 Januari 1943)

Mulai hari Sabtu yang akan datang, sudah ditetapkan Persib akan mulai memgadakan pertandingan pertandingan pilihan, ialah setiap setiap hari Sabtu untuk kantor kantor dan hari Minggu untuk perkumpulan umum.

Sebagai pembukaan untuk hari Sabtu ditetapkan: Tjahaya I – Radio I dan Priangan Syustyoo – Sekolah Pertukangan.

Untuk hari Minggu Singgalang – Sinar Asia dan Matahari – Siap. Perlu disini diterangkan bahwa pertandingan pertandingan pada hari Sabtu dan Minggu itu ialah pertandingan kelas I sedangkan untuk kelas rendahan akan diadakan pada hari latihan masing masing perkumpulan, berganti ganti sebagai yang menerima tamu.
Selain dari itu dapat diterangkan bahwa jumlah perkumpulan sepak raga yang telah menggabungkan diri kedalam lingkungan Persib ada 30 yang mempunyai 90 kesebelasan.

PERTANDINGAN SEPAK RAGA (Koran TJAHAYA 19 Februari 1943)

Kemarin sore oleh Persib telah diadakan pertandingan sepak raga dari kelas rendahan dilapang Tegallega dan hasil dari pertandingan tersebut ada sebagai berikut:

Antara p.s Hoa Chiao ke-2 dengan p.s OPI ke-2 berkesudahan 2 – 1 untuk kemenangan p.s Hoa Chiao ke-2.

Antara p.s Porada ke-2 dengan p.s Cikara ke-2 berkesudahan 0 – 2 untuk kemenangan p.s Cikara ke-2

I.G.B PERSIB (Koran TJAHAYA 3 Juni 1943)

Sesuai dengan kehendak pimpinan “Gelora” supaya di tanah Jawa dan Madura sebaiknya hanya terdapat satu perkumpulan olahraga saja, maka pengurus I.G.B Persib sudah memutuskan untuk melebur I.G.B Persib kemudian dijadikan “Gelora” bagian sepakraga.

MOLTO – PERSIB 1 – 2 (Koran PEMBANGOEN 15 Desember 1943)

Pada hari Minggu yang lalu bertempat di lapangan Azuma Bandung, telah dilangsungkan pertandingan sepak raga antara Molto dan bonnya Persib. Pasangan dari Molto pada hari itu dirubah, antaranya nampak Habiboe, dan Tanoe. Dibarisan Persib susunan seperti biasa, hanya Amir pemain baru yang kepandaiannya kurang cukup untuk main di kesebelasan Bandung

Permainan mula mula kendur akan tetapi makin lama makin ramai. Sebelum mengaso stan 2 – 0 untuk Persib, dan nampak dibarisan Molto belum ada kerja bersama. Sesudah mengaso Molto dapat mengembalikan 1 dan terus menerus Persib dikurung permainan yang ramai ini sayang sedikit dikacaukan oleh salah satu pemain Persib yang memperlihatkan main “kayunya”. Dari barisan belakang Pakih yang menjadi jagonya, sedangkan dibarisan depan Kirno, untung Molto tidak memperdulikannya.

Mudah mudahan oleh pengurus Persib, penyakit yang terdapat dalam permainan ini bisa diperhatikan.

Pertandingan sepakbola. Pada hari Minggu sore dan Senin yang lalu di Krawang telah dilangsungkan pertandingan sepak bola antara kesebelasan Krawang dan Jakarta. Kedua pertandingan itu semuanya untuk kemenangan Jakarta.

Sumber Koran: Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie (NIOD)

0 komentar:

Posting Komentar